Kamis, 20 Oktober 2011

bahaya terapi ikan

Terapi ikan atau Fish Treat ini memang bukan lagi hal baru, namun tak ada salahnya untuk menilik lagi kegunaan dan kelebihan Fish Treat yang makin banyak digemari ini.

adapun manfaat terapi ikan adalah Membersihkan Kulit dan Mengusir Stres 
 Menurut Fillya, terapi Fish Pedicure - Fish Pedicures ini lebih menyenangkan ketimbang pedikur karena ikan-ikan ini mengangkat kulit-kulit mati tanpa rasa sakit. Sementara pedikur akan mengikis kulit dengan alat yang jika dilakukan terlalu keras bisa mengikis kulit barunya, hingga timbul luka.Bentuk ikan yang kecil-kecil mampu menjangkau daerah-daerah di sela-sela kaki, seperti di antara jari dan daerah pinggir kuku, sehingga lebih tuntas. Fish Spa atau Fish Pedicure - Fish Pedicures pun tak menggunakan obat-obatan kimia, sehingga aman untuk kulit, bahkan untuk bayi dan anak kecil.Diterangkan pula oleh Fillya, di Kenko Fish Spa yang terletak di LG Senayan City, Jakarta, mereka menggunakan kolam-kolam ikan yang difilter dan menggunakan ozonisasi, sehingga selalu dalam keadaan bersih. Tak perlu takut tertular penyakit apapun.

Ikan-ikan Treat Pedicure dan Pedicures Treat ini akan melepaskan enzim dari mulut mereka yang sekaligus membuat kulit terasa lebih lembut juga mencegah pertumbuhan kulit yang tak sehat.Kali pertama Anda menyelupkan kaki ke dalam kolam berisi kumpulan ikan Treat Pedicure dan Pedicures Treat ini, akan memberikan sensasi menggelitik, hingga menimbulkan rasa senang yang bisa mengenyahkan stres sesaat sambil menikmati atmosfer ruangan yang menenangkan.
Ditambah lagi hisapan-hisapan Dr. Fish (begitu ikan-ikan ini diberi nama) ini bisa memberikan micromassage di kulit bagian atas. Belum puas? Lanjutkan ke Kenko Reflexology untuk terapi pijatan keahlian mereka yang terletak persis di sebelah ruang kolam Fish Spa atau Treat Fish.


 Namun adapun manfaatnya yang satu ini ada efek sampingnya bagi esehatan kita.simak artikel yang saya ambil dari www.republika.co.id ini 


REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Terapi ikan, Anda mengenalnya kan? Terapi yang tengah menjadi tren di sejumlah negara termasuk Indonesia ini melibatkan ikan kecil untuk menggigit sel-sel kulit mati. Klien cukup mencelupkan kaki mereka ke kolam dangkal penuh dengan ratusan ikan kecil Garra Rufa, kemudian membiarkan sang ikan 'bekerja' menggigiti lapisan kulit mati Anda.

Namun, berhati-hatilah. Orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah atau luka terbuka berisiko tertular infeksi melalui terapi ini. Adalah organisasi Health Protection Agency (HPA) yang mengingatkan hal ini dan menyarankan orang dengan diabetes atau psoriasis untuk tak melakukaan terapi ini.

Bahkan, juru bicara HPA menyebut risiko paling 'menyeramkan' dari terapi ini, yaitu kemungkinan tertular hepatitis atau HIV/AIDS.

Dr Hilary Kirkbride, konsultan ahli epidemiologi di HPA, menyatakan  infeksi dapat ditularkan dalam berbagai cara - dari ikan ke orang selama proses menggigit, dari kontak dengan air yang terkontaminasi, atau dari orang ke orang melalui berbagi tangki yang sama.

Di Inggris, terapi ini tengah populer. Di salon-salon, spa ikan, demikian diistilahkan, dibanjiri pelanggan.

Spa ikan telah dilarang di beberapa negara bagian AS.Meskipun peringatan terakhir, perlakuan memanjakan telah dianut oleh para Beberapa selebriti dan bintang olahraga juga menjadi pelanggannya, termasuk pemain sepak bola Manchester City Vincent Kompany, dan presenter TV kondang Amy Childs dan James Argent.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

bahaya terapi ikan

Terapi ikan atau Fish Treat ini memang bukan lagi hal baru, namun tak ada salahnya untuk menilik lagi kegunaan dan kelebihan Fish Treat yang makin banyak digemari ini. 

adapun manfaat terapi ikan adalah Membersihkan Kulit dan Mengusir Stres 
 Menurut Fillya, terapi Fish Pedicure - Fish Pedicures ini lebih menyenangkan ketimbang pedikur karena ikan-ikan ini mengangkat kulit-kulit mati tanpa rasa sakit. Sementara pedikur akan mengikis kulit dengan alat yang jika dilakukan terlalu keras bisa mengikis kulit barunya, hingga timbul luka.Bentuk ikan yang kecil-kecil mampu menjangkau daerah-daerah di sela-sela kaki, seperti di antara jari dan daerah pinggir kuku, sehingga lebih tuntas. Fish Spa atau Fish Pedicure - Fish Pedicures pun tak menggunakan obat-obatan kimia, sehingga aman untuk kulit, bahkan untuk bayi dan anak kecil.Diterangkan pula oleh Fillya, di Kenko Fish Spa yang terletak di LG Senayan City, Jakarta, mereka menggunakan kolam-kolam ikan yang difilter dan menggunakan ozonisasi, sehingga selalu dalam keadaan bersih. Tak perlu takut tertular penyakit apapun.

Ikan-ikan Treat Pedicure dan Pedicures Treat ini akan melepaskan enzim dari mulut mereka yang sekaligus membuat kulit terasa lebih lembut juga mencegah pertumbuhan kulit yang tak sehat.Kali pertama Anda menyelupkan kaki ke dalam kolam berisi kumpulan ikan Treat Pedicure dan Pedicures Treat ini, akan memberikan sensasi menggelitik, hingga menimbulkan rasa senang yang bisa mengenyahkan stres sesaat sambil menikmati atmosfer ruangan yang menenangkan.
Ditambah lagi hisapan-hisapan Dr. Fish (begitu ikan-ikan ini diberi nama) ini bisa memberikan micromassage di kulit bagian atas. Belum puas? Lanjutkan ke Kenko Reflexology untuk terapi pijatan keahlian mereka yang terletak persis di sebelah ruang kolam Fish Spa atau Treat Fish.


 Namun adapun manfaatnya yang satu ini ada efek sampingnya bagi esehatan kita.simak artikel yang saya ambil dari www.republika.co.id ini 


REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Terapi ikan, Anda mengenalnya kan? Terapi yang tengah menjadi tren di sejumlah negara termasuk Indonesia ini melibatkan ikan kecil untuk menggigit sel-sel kulit mati. Klien cukup mencelupkan kaki mereka ke kolam dangkal penuh dengan ratusan ikan kecil Garra Rufa, kemudian membiarkan sang ikan 'bekerja' menggigiti lapisan kulit mati Anda.

Namun, berhati-hatilah. Orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah atau luka terbuka berisiko tertular infeksi melalui terapi ini. Adalah organisasi Health Protection Agency (HPA) yang mengingatkan hal ini dan menyarankan orang dengan diabetes atau psoriasis untuk tak melakukaan terapi ini.

Bahkan, juru bicara HPA menyebut risiko paling 'menyeramkan' dari terapi ini, yaitu kemungkinan tertular hepatitis atau HIV/AIDS.

Dr Hilary Kirkbride, konsultan ahli epidemiologi di HPA, menyatakan  infeksi dapat ditularkan dalam berbagai cara - dari ikan ke orang selama proses menggigit, dari kontak dengan air yang terkontaminasi, atau dari orang ke orang melalui berbagi tangki yang sama.

Di Inggris, terapi ini tengah populer. Di salon-salon, spa ikan, demikian diistilahkan, dibanjiri pelanggan.

Spa ikan telah dilarang di beberapa negara bagian AS.Meskipun peringatan terakhir, perlakuan memanjakan telah dianut oleh para Beberapa selebriti dan bintang olahraga juga menjadi pelanggannya, termasuk pemain sepak bola Manchester City Vincent Kompany, dan presenter TV kondang Amy Childs dan James Argent.
 
 
creted by : fresty marseli =D

Jumat, 14 Oktober 2011

Cegukan ( Hiccups ) :)

Semua orang bisa terkena cegukan. Dari bayi sampai orang tua. Walaupun cenderung dianggap sepele, ternyata cegukan ini merupakan gejala aneka jenis penyakit lho!!! Apalagi bila berlangsung dalam waktu lama.


Cegukan atau hiccups adalah kontraksi tiba-tiba yang tak disengaja pada diafragma, dan umumnya terjadi berulang-ulang setiap menitnya. Udara yang tiba-tiba lewat ke dalam paru-paru menyebabkan glottis (ruang antara pita suara) menutup, serta menyebabkan terjadinya suara hik.


Ada 2 jenis cegukan, yaitu :
  1. Cegukan yang bersifat ringan, yang hanya berlangsung selama 1 - 2 jam saja. Penyebab paling sering pada kategori ini karena adanya regangan pada lambung. Selain itu, juga karena perubahan cuaca mendadak (misalnya dari dingin ke panas atau sebaliknya), makan makanan yang terlalu panas atau dingin, meminum minuman beralkohol, merokok terlalu banyak, atau mengalami stres. Cegukan ini akan hilang dengan sendirinya ketika kita tidur.
  2. Cegukan yang bersifat tetap/permanen (persistance). Cegukan jenis ini biasanya terjadi terus-menerus, tak hanya berhari-hari tapi bisa berbulan-bulan. Cegukan jenis ini merupakan gejala adanya gangguan di otak (misalnya gejala tumor di batang otak), gejala stroke (pada penderita stroke sering timbul cegukan), infeksi di susunan saraf pusat (otak), adanya herpes di dada sehingga mengganggu saraf tepi, selain itu juga karena gangguan metabolik seperti pada penderita diabetes, atau penderita kelainan ginjal karena urenia. Juga karena gangguan elektrolit (kurang kalium), termasuk pengaruh obat-obatan seperti steroid atau obat tidur.


Untuk cegukan ringan, ada beberapa kiat yang bisa dipakai, antara lain :
  • Meminum air hangat
  • Tarik dan buang nafas, kemudian tampung di dalam kantong atau kertas tertutup selama kurang lebih satu menit. Hidung dan mulut masuk ke dalam kantong tersebut. Maksudnya adalah untuk menahan dan meningkatkan CO2, sebab menurunnya jumlah CO2 dalam darah bisa menyebabkan cegukan. Setelah satu menit, Anda bisa beristirahat dan kemudian mengulangnya kembali.
  • Tidur berbaring dengan kedua lutut ditekuk ke arah perut. Lakukan beberapa saat hingga cegukan hilang.

Pengobatan lain yang sering dilakukan adalah dengan menahan nafas atau menelan gula batu. Bisa juga minum air dingin sedikit demi sedikit dan mengeluarkannya dari sisi gelas yang salah. Semua itu dimaksudkan untuk mempengaruhi sistem saraf, sehingga menghentikan ritme cegukan.

By _ YONA YULIANDARI :) 

# YY


Listrik dari hidung manusia (y)

Listrik dari Hidung: Ilmuwan Membuat Tenaga Listrik dari Pernafasan Manusia
"Pada dasarnya, kami memanen energi mekanik dari sistem biologis. Aliran udara dari respirasi manusia normal biasanya di bawah sekitar dua meter per detik."
Menulis dalam edisi September jurnal Energy and Environmental Science, profesor Xudong Wang, pasca-doktoral Chengliang Sun serta mahasiswa pascasarjana Jian Shi, melaporkan telah menciptakan microbelt plastik yang bergetar ketika melewati aliran udara berkecepatan rendah seperti pernapasan manusia.
Pada bahan-bahan tertentu, seperti fluorida polyvinylidene (PVDF) yang digunakan oleh tim Wang, suatu muatan listrik akan terakumulasi sebagai respon terhadap tekanan mekanik yang diterapkan. Hal ini dikenal sebagai efek piezoelektrik. Para peneliti merekayasa PVDF untuk menghasilkan energi listrik yang cukup dari pernafasan untuk mengoperasikan seperangkat elektronik kecil.
“Pada dasarnya, kami memanen energi mekanik dari sistem biologis. Aliran udara dari respirasi manusia normal biasanya di bawah sekitar dua meter per detik,” kata Wang. “Kami menghitung, jika kami bisa membuat bahan ini menjadi cukup tipis, getaran kecilnya bisa menghasilkan energi listrik mikrovat yang berguna untuk sensor atau perangkat lain yang dipasangkan di wajah.”
Para peneliti mengambil keuntungan dari kemajuan nanoteknologi dan elektronik miniatur untuk mengembangkan berbagai perangkat biomedis yang bisa memantau glukosa darah bagi para penderita diabetes atau menjaga baterai alat pacu jantung tetap terisi sehingga tidak perlu diganti. Apa yang diperlukan untuk menjalankan perangkat kecil adalah sebuah suplai listrik yang sangat kecil. Limbah energi dalam bentuk aliran, gerakan, panas, atau dalam hal ini kasus respirasi, menawarkan sumber daya yang konsisten.
Tim Wang menggunakan proses ion-etsa pada materi tipis sambil mempertahankan sifat piezoelektriknya. Dengan perbaikan, ia yakin ketebalannya dapat dikontrol sampai ke tingkat submikron. Karena PVDF merupakan biokompatibel, ia mengatakan pengembangannya merupakan kemajuan yang signifikan terhadap menciptakan sebuah perangkat skala mikro praktis untuk memanen energi dari respirasi.
By ; @rahmiyuliaa 

bahaya debu

Bahaya debu

Pengalaman ini telah terjadi kepada seseorang. Pada awalnya matanya terkena debu di jalan, setelah itu dikucek-kucek dan diberi obat mata. Setelah beberapa hari matanya malah bertambah bengkak.

Lalu diperiksa ke dokter, setelah melakukan pemeriksaan dokter mengatakan harus diambil tindakan operasi, karena takut ada sesuatu di dalamnya. Setelah dilakukan operasi ternyata didalam benjolan itu adalah seekor ULAT...???

Ternyata pada saat itu yang masuk ke mata pasien adalah telur ulat yang bercampur bersama debu halus. Oleh karena itu melalui pengalaman ini saya ingin berbagi agar kita semua lebih berhati-hati jika mata terkena debu.



by : fresty marseli :)