Sabtu, 05 Maret 2011

Rahasia dibalik pola warna macan tutul.


Teori populer soal bintik di kulit macan tutul adalah upaya menyembunyikan diri di hutan Afrika. Namun realitas adaptasi khas kucing besar itu malah membosankan.
 
“Pertanyaan soal bagaimana pembentukan warna pada vertebrata seperti kotak hitam yang belum terungkap. Mencari tahu pola warna ini membuktikan bahwa aktivitas gen pigmentasi tunggal pada embrio ternyata berpengaruh pada pola warna makhluk dewasa,” tulis pemimpin penelitian, Marie Maceau.

Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi gen yang menentukan pola warna di kulit tikus. Meskipun studi ini masih tahap awal, mereka percaya jalinan DNA juga memainkan peran dalam membentuk tanda di tubuh makhluk hidup, termasuk pada macan tutul. Peneliti mengklaim gen yang disebut Agouti mempengaruhi bagaimana bentuk kulit macan tutul.

Temuan dari tim di Harvard University, Amerika Serikat, bermula dari studi pada deer mice, yang seperti banyak makhluk hidup lain memiliki perut berwarna lebih bias dibandingkan bagian punggung. Ilmuwan menunjukkan bagaimana keaktifan gen Agouni berdampak pada distribusi pigmen di tubuh hewan.

Gen sangat aktif di bagian perut tikus sebelum lahir sehingga mempengaruhi distribusi pigmen tubuh hewan selanjutnya. Gen aktif itu menghambat pematangan sel yang menghasilkan pigmen. Studi tersebut dipaparkan di jurnal Science.




by; amy yulia :)

membunuh kurang dari 4 menit.

Katakanlah, Anda sedang berjalan-jalan di pinggir ombak memunguti kerang-kerang untuk sekedar mengisi waktu. Tanpa peringatan apapun, Anda merasakan sesuatu yang sengatan pedih dari salah satu yang Anda punguti - sengatan yang dengan cepat membakar Anda dengan kesakitan yang amat sangat. Dengan sengatan tiba-tiba itu, siput cone dengan jahat menyuntikkan ke tubuh Anda dengan satu racun syaraf paling berbahaya yang pernah ada.
"Warna cerah dan sosok kecil siput cone memang menarik hati, dan kadang-kadang membuat orang ingin memungutnya dan menggenggamnya sebentar." Ketika itulah siput cone akan mengeluarkan duri beracunnya, menusuk dan mengirim racunnya (durinya ini bahkan sanggup menembus sarung tangan).

Syaraf manusia akan rusak oleh sedikit racun ini, dalam beberapa detik rasa sakit yang amat sangat di tempat sengatan akan berubah menjadi mati rasa. Lalu racun ini akan menyebar dan sesaat kemudian seluruh tubuh Anda akan lumpuh. Lalu napas Anda yang akan berhenti, dan tidak harus menunggu lama untuk membuat jantung Anda akan berhenti berdetak!

Tentu saja sudah ada penawar racun dari racun ini, tapi jujur saja, dengan racun yang dapat membunuh Anda hanya dalam waktu kurang dari 4 menit, Anda hanya akan selamat jika antiracun itu ada di saku baju Anda. Bahkan CIA pun kabarnya pernah membuat senjata yang menggunakan racun ini untuk melumpuhkan musuh.








by; amy yulia :)

ubur-ubur kotak memiliki penglihatan seperti manusia.


Tidak seperti ubur-ubur pada umumnya yang hanya bergerak mengikuti arus air, seekor ubur-ubur kotak beracun bisa begitu gesit berenang di air. Hal ini membuatnya istimewa karena di balik kemampuannya, ia memiliki mata yang mirip mata manusia. Ubur-ubur kotak tergolong hewan laut yang sangat aktif, dapat bergerak cepat di antara rintangan dan berbelok hingga 180 derajat alias berbalik arah. Para ilmuwan memprediksi sebagian dari 24 mata yang dimiliki ubur-ubur kotak mampu menangkap gerakan objek yang ada di dekatnya sehingga dapat bergerak setangkas itu.
“Dilihat dari perilakunya, mereka berbeda dengan ubur-ubur pada umumnya,” ujar Anders Garm, ketua tim peneliti dari Universitas Lund, Swedia. Rangkaian matanya terletak di struktur yang berbentuk mirip mangkuk yang tergantung di badannya yang berbentuk seperti kubus.
Kalau manusia hanya memiliki sepasang mata yang memiliki fungsi beragam dari mendeteksi warna, ukuran, bentuk, dan intensitas cahaya, ubur-ubur kotak memiliki empat buah mata yang masing-masing punya fungsi berbeda. Sepasang mata yang paling primitif hanya mendeteksi tingkat pencahayaan, namun sepasang mata lainnya lebih canggih karena dapat mendeteksi warna dan ukuran objek.
Untuk menguji cara kerja matanya, Garm meletakkan ubur-ubur kotak di sebuah ruangan yang berisi air mengalir dan memasukkan objek-objek berbeda untuk melihat reaksi ubur-ubur. Terlihat bahwa ubur-ubur dengan mudah menghindari objek yang berbeda ukuran dan warna namun kesulitan menghadapi objek yang transparan.
Temuan ini mengejutkan karena ubur-ubur satu-satunya hewan tingkat rendah dari filum Cnidaria yang memiliki mata sekompleks ini. Dengan memahami cara kerja matanya, para ilmuwan berharap dapat mempelajari sejarah dan proses evolusi mata.

by; amy yulia :)